rahayu .....
udah kian lama sy tdk melihat coretan mas teguh dan mas tatang p , biar sy yg lg msh belajar biar jd pinter nich ..... ha ha ha
Rahayu,
Kita semua pasti masih dalam tahap belajar.
"Belajar" dalam menjalani Laku Kasampurnan Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil.
Benarkah?
How are u today? Follow ur "Urip"?
Rahayu...
Sebelumnya saya berterimakasih kepada siapa saja yang mau menjawab pertanyaan saya, dimana saya disini adalah pemula, dan kepingin sekali belajar mengenai Ajaran Kasampurnan. pertanyaannya adalah sebagai berikut, Kinantenan Sarwo Mijil itu artinya apa ya??? disini bukannya saya ngetes, tapi saya memang bener - bener baru belajar dan masih pemula...
Terimakasih
Yudha HS..
Rahayu..
Rahayu...
Sebelumnya saya berterimakasih kepada siapa saja yang mau menjawab pertanyaan saya, dimana saya disini adalah pemula, dan kepingin sekali belajar mengenai Ajaran Kasampurnan. pertanyaannya adalah sebagai berikut, Kinantenan Sarwo Mijil itu artinya apa ya??? disini bukannya saya ngetes, tapi saya memang bener - bener baru belajar dan masih pemula...
Terimakasih
Yudha HS..Rahayu..
Rahayu Mas Yudha,
Kalaupun pertanyaan Mas Yudha ini untuk "ngetes" juga tidak apa2, karena pertanyaannya bagus dan sangat mendasar.
Jadi cukup bagus untuk memulai ajang gosok ginosok ini.
Tapi kalau sekarang saya menanggapi pertanyaan Mas Yudha, itu bukan karena saya sudah lebih tahu daripada kadhang yang lain lho. Saya hanya mengikuti "Rasa" saja untuk menanggapi pertanyaan Mas Yudha.
Ketika ayah saya dulu mengajari saya Laku Kapribaden ini, beliau mengatakan bahwa laku ini adalah LAKU KASAMPURNAN MANUNGGAL KINANTENAN SARWO MIJIL" yang artinya Lakunya manusia (dimasa hidupnya) dengan selalu Mijil (manunggalnya raga dengan "Urip/Roh Sucinya") untuk mencapai kasampurnan jati/moksa (bila kelak meninggal).
Nah agar raga dan Urip bisa manunggal, maka di Kapribaden kita menggunakan 5 sarana gaib yang biasa kita sebut Panca Gaib, yaitu Kunci, Asmo, Mijil, Singkir dan Paweling yang penjelasannya dapat Mas Yudha baca di Buku Hidup Bahagia Yang Diakhiri Dengan Kasampurnan Jati tulisan Bp. Dr. Wahyono Raharjo GSW., MBA.
Itu dulu ya tanggapan saya, sesuai dengan pertanyaan Mas Yudha. Nanti kalau kebanyakan malah jadi bosan membacanya.
Rahayu,
Retno Gun
Dalem Yudha, ngaturaken matur suwon sanget.... dimana jawabannya sangat melegakan hati saya...
semoga di forum ini nanti bisa membantu saya untuk belajar LAKU KASAMPURNAN... 😀
Koq sepi ya ?, dulu banyak yang INTERAKTIF, sekarang kemana semua? Masih kesulitan dengan forum versi baru ya ?
Rahayu.
Mas Broto Yudha.. Setahu saya kalau di tanah sebrang, Laku Kasampurnan Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil itu gampang2 susah, Gampangnya yaitu jalani saja panca gaib dan laku pangumbahing rogo setiap saat, tambahan "ono opo2 Kunci, ora ono opo2 Kunci, tumindhak opo wae mijil" dst dst Gampang khan... Susahnya kita suka nyepelekan.... dhadhine.. "ono opo2 lali kunci, ora ono opo2 lali kunci, tumindhak opo wae mikir dhisek.. (ngarep arep) terus lanjut mijil panjenengan AKU arep... " .... yo koyo ngono... ttd Rd. Sambego Prakoso
Rahayu. Hari ini baru saya menemukan forum ini. Sebenarnya sudah lama saya tunggu kapan forum ini onair lagi. Jika dikatakan masih sepi mungkin belum banyak yg mengetahuinya semenjak forum yg lama diupgrade oleh admin. Selamat online lagi. Buat mas jokowetan apa kabarnya? Dan untuk para kadang semua salam sejahtera selalu Rahayu
Rahayu
Matur suwon Mas Broto... yang juga nambahin pengetahuan buat saya. Saya disini sangat tertarik sekali dengan ajaran kasampurnan ini, namun pengetahuan saya dalam ajaran kasampurnan ini masih dangkal sekali. Untuk pemula seperti saya masih bingung dengan yang dikatakan "RASA"... Maksud "RASA" itu yang bagaimana, rasa panas atau dingin atau yang bagaimana?... Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, minta tolong dijelaskan ya.. untuk para sespuh²... yang sudah lama..
Terimakasih
Yudha
Rahayu...
setiap apa yang kita lakukan didunia ini adalah suatu tahap pembelajaran yang harus terus kita ikuti. dan urip sendiri akan menuntun kita menuju kepada hal yang lebih baik dari sebelumnya. asal kita bisa merasakannya.
semoga kita terus bisa mempelari kehidupan agar dapat sempurna seperti orang2 yang kita banggakan.
Mas Broto Yudha.. Setahu saya kalau di tanah sebrang, Laku Kasampurnan Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil itu gampang2 susah, Gampangnya yaitu jalani saja panca gaib dan laku pangumbahing rogo setiap saat, tambahan "ono opo2 Kunci, ora ono opo2 Kunci, tumindhak opo wae mijil" dst dst Gampang khan... Susahnya kita suka nyepelekan.... dhadhine.. "ono opo2 lali kunci, ora ono opo2 lali kunci, tumindhak opo wae mikir dhisek.. (ngarep arep) terus lanjut mijil panjenengan AKU arep..." .... yo koyo ngono... ttd Rd. Sambego Prakoso
Lha yang menanggapi rasa itu sendiri apa mas prakoso ?
Rahayu... Mungkin bisa berbagi pengalaman , Cara Belajar saya menangkap nalar rasa yaitu dgn menyukuri nafas yg masih di berikan Tuhan pada diri kita di setiap waktu. Sehingga batin senantiasa menyatu dgn pikiran dan akan mudah menalar Rasa dari Urip... mudah mudahan bisa bermanfaat . Rahayu