SASANA ADIRASA KAPR...
 
Notifications
Clear all

SASANA ADIRASA KAPRIBADEN

1 Posts
1 Users
0 Reactions
3 Views
New Member
Joined: 14 years ago
Posts: 1
Topic starter   [#90]

SASANA ADIRASA KAPRIBADEN
(Jakarta 17 Agustus 2012)

Kejayaan peradaban Budha dan Hindu sesudah ribuan tahun berlalu bisa dilihat oleh siapapun dari peninggalannya seperti Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan dan banyak Candi di Bali yang sampai kapanpun akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Bahkan menjadi impian bangsa-bangsa di dunia untuk berwisata dan menjadikan objeck untuk studi sejarah dan budayanya. Tidak sedikit orang yang mendapat gelar doktor setelah mempelajari sejarah, bangunan & benda-benda bersejarah lainnya. Dari bangunan & benda-benda bernilai tinggi tersebut generasi yang hidup ribuan tahun sesudahnya bisa mendapat pencerahannya.

Bangunan dan benda-benda yang lain seperti Gereja, Kelenteng, Majid dll berikut nilai-nilai luhurnya pada masa datang akan menjadi kebanggaan dan obyek wisata bangsa-bangsa di dunia. Oleh sebab itu sangat tepat dan bijaksana apabila semua orang berupaya melestarikan keberadaan semua tempat ibadah dan benda2 peninggalan budaya masa lalu tersebut. Siapapun dan kapanpun apabila ada yang berpikir/berbuat untuk merusak dan memusnahkan tempat ibadah atau benda2 peninggalan budaya nusantara tersebut justru menunjukkan egoismenya, langkah mundur dari peradabannya, serta dangkalnya wawasan kebangsaannya.
Keberadaan bermacam-macam tempat ibadah dengan gaya dan arsitektur dari bermacam-macam keyakinan sudah pasti akan menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia multi kultur, toleran dan bhineka tunggal ika yang tidak dimiliki oleh bangsa lain, sekaligus membuktikan bahwa bangsa Indonesia lebih tinggi di bidang spiritualnya sehingga menjadi daya tarih tersendiri bagi wisatawan manca negara yang haus wisata spiritual.

Di Taman Mini Indonesia Indah ada tempat berkumpul, berdoa, berbagi dan sarasehan untuk semua penghayat kepercayaan yaitu Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa yang dibangun oleh pemerintah Presiden Soeharto. Ibu Tien Soeharto dengan wawasan kebangsaannya dan kebinekaannya membangun tempat ibadah agama Hindu, Budha, Kristen/Katolik, Islam dan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME, Tempat-tempat ibadah yang sakral tersebut dibangun dalam suatu areal yang berdekatan yang menggambarkan pandangan luhurnya bahwa berbagai agama dan Kepercayaan di Indonesia hidup berdampingan satu sama lain.
Sering orang yang bukan penghayat kepercayaan mengatakan Sasana Adirasa adalah simbul demokrasi, simbul kedamaian karena ditempat tersebut berbagai kepercayaan yang berasal dari Jawa, Batak, Sunda, Sangir Talaut dll, dengan bahasa masing-masing bisa berdoa bersama-sama, dengan ritualnya masing-masing dengan rasa aman, tidak ada yang meremehkan, tidak ada yang menganggap aneh dan berpikir mengapa berdoanya begini atau begitu, karena semua meyakini bahwa Tuhan maha tahu, maha bijaksana,maha adil, sehingga umatnya berdoa dengan bahasa apapun dan cara apapun Tuhan akan mengetahui dan menerimanya.

Oleh sebab itu kita semua menyambut baik apabila nama Sasana Adirasa dipakai untuk nama sanggar/tempat berdoa/tempat sarasehan berbagai kepercayaan dengan menambahkan nama kepercayaan masing-masing, misalnya Sasana Adirasa Kapribaden untuk kepercayaan Kapribaden, Sasana Adirasa Budi Daya untuk kepercayaan Budi Daya, Sasana Adirasa Sumarah untuk kepercayaan Sumarah dll.

SASANA ADIRASA KAPRIBADEN.

Paguyuban Penghayat Kapribaden akan membangun Sasana Adirasa Kapribaden di Purworejo Jawa Tengah. Bangunan yang megah, anggun dan kokoh dengan gaya arsitektur Jawa-Bali tersebut akan dibiayai oleh Putro-Putro Romo Herucakro Semono dan selanjutnya menjadi milik semua Putro Romo Herucokro Semono, dirancang tidak lapuk ratusan tahun sehingga akan menjadi kebanggaan Putro-Putro Romo generasi masa datang.
Disamping melestarikan wulang-wuruk Romo Herucokro Semono, kita berniat mewariskan suatu bangunan serba-guna dengan arsitektur gaya Jawa Bali yang megah, kokoh, dan anggun tsb, sehingga Putro Putro Romo generasi mendatang mendapat kemudahan/diringankan dalam kegiatan-kegiatan besar karena tidak perlu sewa gedung lagi.
Kini saatnya orang-orang yang mengaku Putro Romo tertantang kesungguhannya dalam melestarikan ajaran Romo Herucokro Semono, keguyubannya dan keihklasannya akan terlihat dari terwujudnya bangunan Sasana Adirasa Kapribaden. Semua Putro Romo tidak terkecuali harus berperan aktif dan proaktif sesuai kemampuannya akan berupaya maksimal untuk terwujudnya bangunan Sasana Adirasa Kapribaden tersebut.
Membangun Sasana Adirasa Kapribaden menjadi kewajiban seluruh Putro Romo Herucokro Semono, dengan semboyan “ Seandainya seluruh Putro Romo melemparkan uang koin ke tanah kapribaden pasti akan menjadi gunung uang yang cukup untuk membangun Sasana Adirasa Kapribaden”.
Setiap Abdhi Kekadhangan di berbagai daerah bertugas mensosialisasikan kepada Kadhang-kadhangnya di daerah masing masing, supaya semua Putro Romo mengetahui dan turut nyengkuyung dana sesuai sesuai rasanya dan selanjutnya merasa memiliki Sasana Adirasa Kapribaden tesemut.
Bangunan utama Sasana Adirasa Kapribaden berukuran 21 m x 21 m, jumlah tiang 12 semua di pinggir tidak ada tiang di tengah, luas tanah 5 000 m2. Gambar sedang dalam penyempurnaan arsitek dari Bali.
Semoga guyup rukunnya Putro Putro Romo dalam membanggun Sasana Adirasa Kapribaden mendapat pengayoman dan kemudahan dari Gusti Ingkang Moho Suci.

Teguh, Rahayu, Slamet

Suprih Suhartono



   
Quote
Share: